11 Adab Sehari-hari yang Perlu Diajarkan kepada Anak Sejak Dini
11 adab sehari-hari yang perlu diajarkan kepada anak sejak dini

Anak tidak hanya perlu diajarkan membaca, berhitung, dan berbagai keterampilan. Lebih dari itu, anak juga perlu dibiasakan memiliki adab sehari-hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus sejak dini dapat membantu anak memahami bagaimana bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Islam, adab dapat terlihat dari hal-hal sederhana, seperti menggunakan tangan kanan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, hingga mengetahui apa yang dilakukan ketika menguap dan bersin. Karena itu, mengajarkan adab kepada anak sebaiknya dimulai dari kebiasaan yang dekat dengan aktivitas mereka.

Poster PAUD & TK BQ Baladz merangkum beberapa adab sederhana yang dapat dibiasakan kepada anak. Berikut penjelasannya.

1. Membiasakan Memakai Pakaian dan Sandal dari Kanan

Salah satu kebiasaan yang dapat diajarkan adalah mendahulukan bagian kanan ketika mengenakan pakaian atau sandal. Sebaliknya, ketika melepasnya, dahulukan bagian kiri.

Hal ini termasuk bagian dari kebiasaan mendahulukan sisi kanan dalam perkara yang baik. Aisyah رضي الله عنها menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ menyukai mendahulukan yang kanan ketika bersuci, memakai sandal, menyisir rambut, dan dalam perkara lainnya.

Karena itu, orang tua dapat membiasakannya melalui aktivitas sederhana, misalnya:

  • “Pakai sandal kanan dulu, ya.”
  • “Kalau melepas, yang kiri dulu.”
  • “Bajunya mulai dari kanan.”

Dengan pengulangan, anak perlahan akan mengingatnya tanpa harus selalu diingatkan.

2. Membiasakan Masuk Masjid dengan Kaki Kanan

Ketika masuk masjid, ajarkan anak untuk mendahulukan kaki kanan. Kemudian, ketika keluar dari masjid, dahulukan kaki kiri.

Selain gerakan kaki, anak juga dapat diajarkan adab lain ketika berada di masjid, seperti menjaga suara, tidak berlari-larian, menjaga kebersihan, dan menghormati orang yang sedang beribadah.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa ketika masuk dan keluar masjid. Di antaranya, ketika masuk seseorang memohon kepada Allah agar dibukakan pintu-pintu rahmat-Nya.

Dengan begitu, anak tidak hanya mengetahui “kaki kanan dulu”, tetapi juga memahami bahwa masjid adalah tempat yang perlu dihormati.

3. Membiasakan Masuk WC dengan Kaki Kiri

Anak juga perlu mengetahui adab ketika masuk dan keluar dari toilet.

Salah satu kebiasaan yang diajarkan dalam adab Islam adalah masuk dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan. Selain itu, anak perlu dibiasakan menjaga kebersihan dan tidak bermain-main di dalam toilet.

Kebiasaan sederhana seperti ini dapat menjadi bagian dari pendidikan kemandirian anak. Jadi, sejak kecil anak belajar bahwa setiap tempat memiliki adabnya masing-masing.

4. Makan dan Minum dengan Tangan Kanan

Waktu makan merupakan salah satu kesempatan terbaik untuk mengajarkan adab kepada anak.

Rasulullah ﷺ pernah mengajarkan Umar bin Abi Salamah رضي الله عنه yang ketika itu masih kecil untuk menyebut nama Allah, makan dengan tangan kanan, dan mengambil makanan yang berada di dekatnya.

Karena itu, orang tua dapat membiasakan anak untuk:

  • membaca basmalah sebelum makan;
  • menggunakan tangan kanan;
  • mengambil makanan secukupnya;
  • tidak mencela makanan;
  • makan dengan tertib;
  • dan membiasakan makan sambil duduk.

Tidak perlu langsung menuntut anak sempurna. Yang penting, kebiasaan baik tersebut terus diperkenalkan dan dicontohkan.

5. Mengucapkan Bismillah Sebelum Makan dan Alhamdulillah Setelahnya

Adab makan tidak berhenti pada cara menggunakan tangan.

Anak juga dapat dibiasakan mengingat Allah sebelum dan sesudah makan. Sebelum makan, ajarkan “Bismillah”. Setelah selesai, ajarkan “Alhamdulillah.”

Kebiasaan ini membantu anak memahami bahwa makanan yang mereka nikmati merupakan nikmat dari Allah.

Dengan demikian, waktu makan bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengajarkan rasa syukur.

6. Menutup Mulut Ketika Menguap

Menguap merupakan hal yang biasa terjadi. Namun, Islam juga mengajarkan adab ketika seseorang menguap.

Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seseorang berusaha menahan menguap. Jika tidak dapat menahannya, hendaknya menutup mulut.

Maka, daripada hanya mengatakan kepada anak, “Jangan menguap!”, orang tua dapat mengajarkannya dengan sederhana:

“Kalau menguap, tutup mulut, ya.”

Anak pun belajar menjaga kesopanan ketika berada di hadapan orang lain.

7. Tidak Meniup Makanan atau Minuman yang Panas

Ketika makanan masih panas, anak sering kali secara spontan meniupnya. Poster ini mengingatkan agar kebiasaan tersebut tidak dilakukan.

Terdapat hadis yang melarang meniup ke dalam minuman. Dalam Jami' at-Tirmidzi 1887, Rasulullah ﷺ melarang meniup ke dalam minuman.

Karena itu, ketika makanan terlalu panas, orang tua dapat mengajarkan anak untuk bersabar sejenak sampai makanan lebih aman untuk dimakan.

Ini sekaligus menjadi latihan sederhana agar anak belajar bersabar dan tidak terburu-buru.

8. Membiasakan Mengucapkan Salam dan Tersenyum

Ketika bertemu orang lain, ajarkan anak untuk mengucapkan:

“Assalamu'alaikum.”

Kemudian biasakan menyapa dengan wajah yang ramah dan tersenyum.

Mengucapkan salam bukan hanya bentuk kesopanan, tetapi juga bagian dari ajaran Islam. Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk menyebarkan salam.

Orang tua dapat memulainya dari lingkungan terdekat. Misalnya, ketika anak bertemu ayah, ibu, guru, saudara, atau tetangga, biasakan mereka mengucapkan salam terlebih dahulu.

9. Memberi dan Menerima Barang dengan Tangan Kanan

Kebiasaan menggunakan tangan kanan juga dapat diterapkan ketika memberikan atau menerima sesuatu.

Misalnya, ketika memberikan buku kepada guru, anak dapat dibiasakan menggunakan tangan kanan. Begitu pula ketika menerima makanan, hadiah, atau barang dari orang lain.

Terdapat riwayat yang menganjurkan makan, minum, mengambil, dan memberikan sesuatu dengan tangan kanan.

Adab seperti ini terlihat sederhana, tetapi dapat membantu anak belajar menghargai orang lain dalam interaksi sehari-hari.

10. Menutup Mulut Saat Batuk dan Bersin serta Mengajarkan Adab Bersin

Anak juga perlu diajarkan menjaga kebersihan dan kenyamanan orang lain ketika batuk atau bersin.

Biasakan anak menutup mulut dan hidung dengan cara yang baik. Selain itu, ajarkan pula adab setelah bersin.

Ketika bersin, seorang Muslim dianjurkan mengucapkan “Alhamdulillah.” Orang yang mendengarnya kemudian mendoakan dengan “Yarhamukallah.” Rasulullah ﷺ juga menjelaskan keutamaan mengucapkan hamdalah setelah bersin.

Dengan begitu, anak tidak hanya belajar menjaga kebersihan, tetapi juga mengenal doa dan dzikir yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari.

11. Mengajarkan Anak untuk Bersabar dan Tidak Selalu Menuruti Keinginan

Tidak semua keinginan anak harus langsung dipenuhi.

Anak perlu belajar bahwa ada kalanya mereka harus menunggu, menerima sesuatu yang tidak sesuai keinginan, atau memahami bahwa suatu permintaan belum bisa diberikan.

Di sinilah orang tua dapat mengajarkan sabar, menerima, dan mengendalikan keinginan.

Misalnya, ketika anak meminta sesuatu, orang tua tidak selalu harus langsung mengatakan iya. Jika memang belum waktunya atau tidak dibutuhkan, jelaskan dengan lembut.

“Bukan berarti Ayah dan Umma tidak sayang. Tapi sekarang belum waktunya.”

Dengan cara seperti ini, anak belajar bahwa rasa sayang tidak selalu berarti memenuhi semua keinginannya.

Adab Tidak Cukup Hanya Diajarkan, tetapi Perlu Dicontohkan

Mengajarkan adab kepada anak membutuhkan proses. Anak mungkin lupa, mengulangi kesalahan, atau belum langsung memahami alasan di balik sebuah kebiasaan.

Karena itu, orang tua tidak perlu bosan mengingatkan.

Yang lebih penting lagi, anak perlu melihat contoh nyata dari orang-orang di sekitarnya. Jika orang tua terbiasa mengucapkan salam, menggunakan tangan kanan, membaca basmalah, bersabar, dan menjaga adab, anak akan memiliki contoh yang dapat mereka ikuti.

Anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari.

Mulai dari Hal Kecil dan Dilakukan Terus-Menerus

Pendidikan adab tidak selalu membutuhkan pelajaran khusus. Banyak adab justru dapat diajarkan melalui rutinitas sehari-hari.

Saat anak memakai sandal, ajarkan mendahulukan kanan. Saat makan, ingatkan basmalah dan tangan kanan. Ketika masuk masjid, ingatkan adabnya. Ketika bersin, ajarkan hamdalah.

Sedikit demi sedikit, kebiasaan tersebut akan menjadi bagian dari keseharian anak.

Sebab, tujuan pendidikan bukan hanya membuat anak mengetahui mana yang benar, tetapi membantu mereka terbiasa melakukan kebaikan.

Penutup

Ada banyak hal besar yang ingin orang tua ajarkan kepada anak. Namun, jangan sampai kita melupakan adab-adab kecil yang mereka praktikkan setiap hari.

Mulailah dari hal sederhana. Ajarkan dengan lembut, ulangi dengan sabar, dan berikan contoh melalui perilaku kita sendiri.

Biasakan adab, ajarkan kebaikan, dan jadikan setiap aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari pendidikan anak.

Sebab, jalan menuju kebaikan sering kali dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan istiqamah.