“Akhi, lho, kok minum pakai tangan kiri?”
Pertanyaan sederhana ini bisa menjadi awal untuk mengenalkan adab minum dengan tangan kanan kepada anak. Dalam Islam, kebiasaan sehari-hari pun memiliki tuntunan dari Rasulullah ﷺ. Karena itu, orang tua perlu membiasakan anak mengikuti adab makan dan minum sejak dini.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya. Apabila minum, hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. Sebab, setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.”
(HR. Muslim no. 2020a)
Hadis ini mengingatkan kita bahwa seorang Muslim perlu mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, termasuk dalam perkara yang terlihat sederhana.
Mengapa Adab Minum dengan Tangan Kanan Perlu Diajarkan?
Anak belajar banyak hal melalui kebiasaan yang dilakukan berulang kali. Oleh sebab itu, mengajarkan adab sejak dini merupakan bagian penting dari pendidikan Islam.
Membiasakan anak minum dengan tangan kanan bukan sekadar mengajarkan gerakan. Lebih dari itu, orang tua sedang mengenalkan bahwa kehidupan seorang Muslim memiliki tuntunan dari Rasulullah ﷺ.
Selain itu, kebiasaan ini dapat menjadi latihan sederhana untuk menumbuhkan kedisiplinan dan kecintaan terhadap Sunnah.
Adab Makan dan Minum yang Perlu Dibiasakan
Terkadang, kita lebih fokus mengajarkan anak membaca, berhitung, atau menghafal pelajaran. Padahal, adab sehari-hari juga perlu mendapatkan perhatian.
Misalnya, anak dapat dibiasakan untuk:
- Menggunakan tangan kanan ketika makan dan minum.
- Membaca basmalah sebelum makan atau minum.
- Mengucapkan hamdalah setelah selesai.
- Makan dan minum sambil duduk sebagai adab yang diajarkan dalam Islam.
- Tidak berlebihan dalam mengambil makanan atau minuman.
Dengan demikian, anak tidak hanya belajar mengetahui aturan, tetapi juga berlatih menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Cara Mengajarkan Adab Minum kepada Anak
Mengajarkan adab tidak harus selalu dilakukan melalui teguran. Justru, pendekatan yang lembut dan konsisten dapat membantu anak memahami kebiasaan tersebut.
Berikan Contoh Terlebih Dahulu
Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Karena itu, biasakan menggunakan tangan kanan ketika makan dan minum di hadapan mereka.
Ketika orang tua memberikan teladan, anak memiliki contoh nyata yang dapat diikuti.
Ingatkan dengan Lembut
Jika anak lupa menggunakan tangan kanan, ingatkan dengan kalimat sederhana.
Contohnya, “Nak, yuk minumnya pakai tangan kanan, seperti yang Rasulullah ﷺ ajarkan.”
Selain itu, hindari mempermalukan anak di depan orang lain. Jadikan momen tersebut sebagai kesempatan untuk belajar.
Ulangi hingga Menjadi Kebiasaan
Pada awalnya, anak mungkin masih sering lupa. Namun, jangan langsung menganggapnya sebagai bentuk pembangkangan.
Teruslah mengingatkan dengan sabar. Seiring waktu, pengulangan dan keteladanan dapat membantu adab tersebut menjadi kebiasaan.
Ajarkan Anak Mencintai Sunnah Sejak Dini
Pendidikan Islam bukan hanya tentang mengenalkan halal dan haram. Anak juga perlu memahami bahwa mengikuti Rasulullah ﷺ merupakan bagian dari kecintaan kepada beliau.
Oleh karena itu, orang tua dapat menjelaskan adab dengan bahasa yang mudah dipahami. Misalnya, “Kita menggunakan tangan kanan karena Rasulullah ﷺ mengajarkan demikian. Kita ingin mengikuti beliau.”
Dengan cara ini, anak dapat memahami alasan di balik kebiasaan yang diajarkan.
Penutup
Adab minum dengan tangan kanan mungkin terlihat sebagai perkara kecil. Namun, dari kebiasaan sederhana inilah anak dapat mulai belajar mencintai dan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ.
Mari hadirkan pendidikan adab dalam keseharian keluarga. Bukan hanya melalui nasihat, tetapi juga melalui contoh, pengulangan, dan kasih sayang.
Sebab, membiasakan anak melakukan kebaikan sejak dini merupakan bagian dari ikhtiar orang tua dalam mendidik generasi yang beradab dan mencintai ajaran Islam.




